Setiap orang pernah mengalami cemas dan stres. Kecemasan sebagai respons alami tubuh terhadap stres memiliki manfaat agar membantu kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada pada faktor penyebab. Sedangkan stres adalah suatu respons alami tubuh terhadap situasi yang mengancam atau penuh tekanan.

Stres dapat menyebabkan perubahan fisik dan emosi, yang dapat memengaruhi cara berpikir, perasaan, dan perilaku kita. Stres dan cemas yang dialami bisa membuat diri pribadi yang mengalami menjadi tidak sehat. Kondisi ini terjadi saat berulang kali muncul secara berlebihan, sulit dikendalikan, bahkan sampai mengganggu aktivitas keseharian dalam kehidupan atau pekerjaan.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecemasan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Penyebab kecemasan dari faktor internal yang berasal dari dalam diri, sedangkan dari faktor eksternal yang berasal dari luar diri.

Faktor internal meliputi:

a.   Faktor genetika: Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kecemasan juga.

b.   Perubahan kimiawi otak: Ketidakseimbangan hormon dan sinyal listrik di otak dapat menyebabkan rasa cemas.

c.   Stres dapat memicu pelepasan hormon kortisol, yang dapat meningkatkan rasa cemas.

d.   Gangguan mental lainnya: Gangguan mental lainnya, seperti depresi, gangguan bipolar, dan gangguan kepribadian, dapat menyebabkan gejala kecemasan.

Faktor eksternal meliputi:

a.       Kejadian traumatis: Kejadian traumatis, seperti kecelakaan, bencana alam, atau pelecehan, dapat menyebabkan gangguan kecemasan.

b.       Perubahan hidup yang signifikan: Perubahan hidup yang signifikan, seperti pindah rumah, kehilangan pekerjaan, atau perceraian, dapat menyebabkan rasa cemas.

c.        Kondisi medis: Beberapa kondisi medis, seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan penyakit tiroid, dapat menyebabkan gejala kecemasan.

d.       Obat-obatan: Beberapa obat-obatan, seperti obat-obatan untuk penyakit jantung, obat-obatan untuk penyakit mental, dan obat-obatan untuk kanker, dapat menyebabkan gejala kecemasan.

Gejala stres dapat muncul secara berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin hanya mengalami beberapa gejala, sementara yang lain mungkin mengalami semua gejala.

Gejala stres fisik meliputi: peningkatan detak jantung, naiknya tekanan darah, pernapasan yang cepat, keringat dingin, gemetar, nyeri otot, gangguan pencernaan, gangguan tidur, sakit kepala, perubahan berat badan, masalah lambung, keringat berlebihan, gangguan kulit, gangguan jantung, penurunan kekebalan tubuh, pernafasan, mual, muntah, sensitifitas terhadap sakit, gangguan seksual.

Gejala stres emosi meliputi: merasa cemas atau khawatir, merasa marah atau jengkel, merasa lelah atau lemas, merasa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, merasa putus asa atau pesimis, merasa kehilangan kendali

Gejala perilaku, meliputi: menghindari situasi atau orang-orang yang membuat stres, mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang, merokok, makan berlebihan atau kurang makan, menarik diri dari orang lain, menjadi agresif atau mudah marah, memiliki masalah tidur, memiliki masalah pencernaan.

Banyak cara untuk mengatasi cemas yang disebabkan oleh stress. Salah satunya teknik clapping, atau tepukan. Teknik clapping merupakan salah satu teknik utama dalam Creative Trauma Cleansing (CTC) yang diciptakan oleh Jumala Multazam. Teknik ini dilakukan dengan menepuk bagian bawah leher yang diyakini sebagai tempat penyimpanan emosi secara fisiologis. Tepukan ini dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan aliran darah ke area tersebut.

Untuk melakukan teknik tepukan, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut :

  1. Duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman.
  2. Letakkan salah satu tangan di bagian leher, tepat di bawah telinga sampai bawah dagu secara meyilang. Tangan kanan diletakkan disebelah dagu kiri, atau tangan kiri di letakkan disebelah dagu kanan. Areanya mulai dari bawah telinga hingga ujung dagu. Lakukan bergantian.
  3. Tepuk – tepuk berulang secara nyaman hingga menimbulkan getaran. Selama kira-kira 10 menit.
  4. Fokus pada emosi yang ingin Anda lepaskan, hingga Anda merasa emosi tersebut telah dilepaskan.
  5. Jika perasaan yang mengganggu masih tersisa atau masih ada, maka lakukan proses yang sama, hingga bersih.
  6. Proses ini bisa dilakukan berulang sehari 3-4 kali, pagi siang sore atau malam.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan teknik clapping:

  • Jangan menepuk terlalu keras, karena hal ini dapat menyebabkan rasa sakit.
  • Jika Anda mengalami nyeri atau ketidaknyamanan, berhentilah melakukan teknik ini.
  • Anda dapat melakukan teknik ini sesering yang Anda perlukan.

Teknik clapping dapat membantu melepaskan emosi negatif, seperti kemarahan, kesedihan, dan ketakutan. Teknik ini juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri.

Berikut adalah beberapa manfaat teknik clapping:

  • Membantu melepaskan emosi negatif
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri
  • Membantu mengatasi kecemasan dan stres
  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi
  • Meningkatkan kreativitas dan produktivitas

Teknik clapping adalah teknik yang sederhana dan mudah dilakukan. Namun, jika Anda mengalami trauma yang parah atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan terapis CTC yang terlatih. Terapis CTC dapat membantu Anda melakukan teknik clapping dengan benar dan aman. Contact me at sbalgies@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *